Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Labels

Labels

Labels

Thursday, February 17, 2011

Budaya Jepang dan Budaya Indonesia

Budaya adalah kristalisasi nilai dan pola hidup yang dianut suatu komunitas. Kali ini saya ingin mengungkapkan betapa bangganya saya dengan Budaya Bangsa Indonesia, namun demikian saya juga senang dengan budaya - budaya Bangsa Jepang. Sehingga pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang adanya persamaan dan perbedaan dari kedua budaya yang saya senangi. Misalnya saja Tradisi dalam penamaan nama baik Jepan maupun Indonesia.
Berikut adalah bahasan mengenai kedua Budaya baik Jepang maupun Indonesia. 

Tradisi penamaan Jepang

Nama di Jepang terdiri dari dua bagian : family name dan first name. Nama ini harus dicatatkan di kantor pemerintahan (kuyakusho), selambat-lambatnya 14 hari setelah seorang bayi dilahirkan. Semua orang di Jepang kecuali keluarga kaisar, memiliki nama keluarga. Tradisi pemakaian nama keluarga ini berlaku sejak jaman restorasi Meiji, sedangkan di era sebelumnya umumnya masyarakat biasa tidak memiliki nama keluarga. Sejak restorasi meiji, nama keluarga menjadi keharusan di Jepang. Di Jepang sendiri,umumnya jika setelah menikah maka dia harus berganti nama mengikuti sang suami,namun banyak juga wanita -wanita karir yang tetap mempertahankan nama keluarganya meski telah menikah.Tradisi di Jepang dalam memilih first name, dengan memperhatikan makna huruf Kanji, dan jumlah stroke, diiringi dengan harapan atau doa bagi kebaikan si anak.

Tradisi penamaan di Indonesia Adapun masyarakat di Indonesia tidak semua suku memiliki tradisi nama keluarga. Masyarakat Jawa misalnya, tidak memiliki nama keluarga. Tetapi suku di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi memiliki nama keluarga. Dari nama seseorang, kita dapat memperkirakan dari suku mana dia berasal, agama apa yang dianut dsb. Berikut karakteristik nama tiap suku di Indonesia
  • Suku Jawa (sekitar 45% dari seluruh populasi) : biasanya diawali dengan Su (untuk laki-laki) atau Sri (untuk perempuan), dan memakai vokal “o”. Contoh : Sukarno, Suharto, Susilo, Joko, Anto, Sri Miranti, Sri Ningsih.
  • Suku Sunda(sekitar 14% dari seluruh populasi) : banyak yang memiliki perulangan suku kata. Misalnya Dadang, Titin, Iis, Cecep
  • Suku Batak : beberapa contoh nama marga antara lain Harahap, Nasution.
  • Suku Minahasa : beberapa contoh nama marga antara lain Pinontoan, Ratulangi.
  • Suku Bali : Ketut, Made, Putu, Wayan dsb. Nama ini menunjukkan urutan, bukan merupakan nama keluarga.
Selain nama yang berasal dari tradisi suku, banyak nama yang diambil dari pengaruh agama. Misalnya umat Islam : Abdurrahman Wahid, Abdullah, dsb. Sedangkan umat Katolik biasanya memakai nama baptis : Fransiskus, Bonivasius, Agustinus, dsb.
 Mungkin sedikit unik, tapi inilah yang membuat saya kagum pada Budaya Indonesia, karena banyaknya Budaya -Budaya yang berkembang di setiap suku namun tidak menimbulkan perceraiberaian antar sesama rakyat.

Banyak lagi Budaya yang terdapat di Indonesia,karena beraneka ragamnya suku di tiap - tiap daerah yang sebenarnya menarik untuk dipelajari..tapi berhubung saya hanya membahas tentang Tradisi penamaan,maka hanya sebatas itulah.
 Selamat membaca ya...



0 comments:

Post a Comment